Monday, July 18, 2016

Dinasti Mughal

Sejarah  Berdiri Setelah kematian Iskandar Shah atau Iskandar Lodi pada tahun 1577 M, pemerintahan Dinasti Lodi selanjutnya dipegang oleh anaknya Ibrahim Lodi (Maidir Harun, 199: 2002). Ibrahim Lodi merupakan seorang yang ahli dalam bidang kemiliteran, akan tetapi memiliki kelemahan dalam bidang adrimistrasi pemerintahan. Sehingganya, selama masa pemerintahannya ia hanya sibuk memperkukuh...
Continue reading Dinasti Mughal

Tambo Sebagai Historiografi Tradisional Minangkabau

Dalam menggali sejarah Minangkabau terdapat dua rujukan yang biasa dipakai. Sumber pertama adalah sumber sejarah berupa peninggalan Arkeologi, seperti prasasti, menhir, artefak, dan lain-lain. Selain itu yang menjadi rujukan adalah sumber lisan maupun tulisan, salah satunya adalah tambo. Tambo merupakan suatu warisan Kebudayaan Minangkabau berupa lisan yang disampaikan dengan cara bakaba. Tambo...
Continue reading Tambo Sebagai Historiografi Tradisional Minangkabau

Sunday, June 12, 2016

Tradisi Manyiriah di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang

Pola kehidupan masyarakat Minangkabau yang berkelompok semenjak awalnya membawa mereka kepada suatu sistem yang melahirkan pola-pola tersendiri dalam masyarakatnya. Hingga saat ini mereka diatur oleh oleh tatanan adat yang telah mereka anut semenjak dahulu kala. Terdapat beberapa pengklasifikasian adat menurut masyarakat Minangkabau, yaitu: Adat nan sabana adat, Adat nan diadatkan, Adat nan teradat...
Continue reading Tradisi Manyiriah di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang

Thursday, June 9, 2016

,

Menelusuri Jejak Megalitikum di Nagari Maek

Zaman Megalitikum (zaman batu besar) adalah zaman pra-sejarah dimana masyarakat telah mampu membuat dan mengembangkan kebudayaan yang terbuat dari batu besar. Pada zaman ini masyarakat sudah mengenal kepercayaan, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka. Di Minangkabau sendiri, tradisi Megalitikum dapat kita temui dalam bentuk menhir di Kenagarian...
Continue reading Menelusuri Jejak Megalitikum di Nagari Maek

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) Sebagai Tokoh Pembaharuan di Minangkabau

Dalam perjalanannya, Minangkabau telah melalui zaman-zaman yang berbeda hingga akhirnya sampai pada zaman modern. Di ujung zaman penjajahan Belanda atau di akhir abad ke-19, di Minangkabau mulai bermunculan para tokoh-tokoh intelektual. Kehadiran para tokoh ini kemudian memunculkan pergolakan intelektual antara mereka yang membawa pemikiran baru dengan mereka yang masih mengamalkan pemikiran lama. Perbedaan...
Continue reading Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) Sebagai Tokoh Pembaharuan di Minangkabau

Harimau Nan Salapan, Dewan Revolusi Pemurnian Agama Islam di Luhak Agam

Kepulangan tiga orang pemuda Minangkabau dari Timur Tengah pada awal abad ke-19 adalah awal atau titik tolak dimulainya gerakan pemurnian agama islam di Minangkabau. Ketiga orang itu adalah Haji Miskin, Haji Piobang dan Haji Sumanik. Mereka pulang membawa pemikiran baru yang diilhami dari gerakan wahabi yang terjadi di Timur Tengah kala itu. Kondisi keagamaan masyarakat Minangkabau sekembalinya...
Continue reading Harimau Nan Salapan, Dewan Revolusi Pemurnian Agama Islam di Luhak Agam